NEWS UPDATE :  

Berita

PENINGKATAN KEAKTIFAN DALAM KEGIATAN PEMBELAJARAN DENGAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) SISWA KELAS X TJKT (Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi) SMK NEGERI 8 PALANGKA RAYA

Abstrak
Penelitian ini dilakukan untuk menindaklanjuti kurang aktifnya siswa dalam proses pembelajaran sehingga penelitian ini befokus pada tujuan untuk  mengetahui bagaimana penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan respon dan keaktifan peserta didik kelas  X TJKT (Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi) SMK Negeri 8 Palangka Raya pada semester ganjil tahun pelajaran 2022/2023 dengan siswa sebanyak 20 orang. Jenis penelitian yang dilakukan adalah Penelitian Tindakan Kelas.  Penelitian ini terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi, dengan fokus pada metode pembelajaran yang digunakan yaitu media audio visual dan metode PBL. Lokasi penelitian dilakukan di ruang kelas  X TJKT (Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi) di SMK Negeri 8 Palangka Raya. Data penelitian yang digunakan, yaitu berupa data primer yang diperoleh langsung dari kegiatan dan hasil belajar siswa. Data yang diperoleh ditabulasikan dan dihitung persentase kejadian dan ketercapaian tujuan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan model pembelajaran PBL dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Prancis. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa mencapai target kriteria ketuntasan minimal (KKM) belajar  diatas nilai 70

Kata Kunci:

peningkatan  keaktifan proses pembelajaran, metode problem based learning

Abstract
This research was conducted to follow up on the inactivity of students in the learning process so that this research focuses on the purpose of how the application of the Problem Based Learning (PBL) learning model can improve the response and activity of Class X Computer Network Engineering and Telecommunications at SMK Negeri 8 Palangka Raya in the even semester of the academic year 2022/2023 with 20 students.  The type of research conducted is Classroom Action Research.  This study consisted of four stages, namely planning, action, observation, and reflection, with a focus on the learning methods used, namely audio-visual media and PBL methods.  The location of the research was carried out in Class X Computer Network Engineering and Telecommunications at SMK Negeri 8 Palangka Raya.  The research data used, namely in the form of primary data obtained directly from student activities and results.  The data obtained were tabulated and calculated the percentage of events and achievements showing the PBL learning model can increase student activity and learning outcomes in the subject of French Language.  This can be seen from the increase in activity and student learning outcomes to achieve the minimum completeness criteria (KKM) target of learning above the value of 70. Knowing the learning objectives.

Key words:

Increasing the activeness of the learning process, problem based learning method.

PENDAHULUAN

Pendidikan diarahkan pada proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Dalam keseluruhan sistem pendidikan, tujuan pendidikan merupakan salah satu komponen yang sangat penting, arena memberikan proses kegiatan belajar mengajar. Proses belajar mengajar di kelas yang diselenggarakan pada                masing-masing lembaga pendidikan adalah untuk mencapai tujuan pendidikan tersebut.

Hasil belajar yang telah dicapai oleh seorang siswa akan nampak pada perubahan tingkah laku sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Olehnya dalam proses belajar mengajar guru mempunyai tugas untuk mendorong, membimbing dan memberikan fasilitas belajar bagi siswa untuk mencapai tujuan. Guru bertanggungjawab untuk melihat segala sesuatu yang terjadi dalam kelas untuk membantu proses perkembangan anak. Penyampaian materi pelajaran hanyalah merupakan salah satu dari berbagai kegiatan belajar.

Pada hakekatnya dalam proses belajar mengajar peranan guru tidak terbatas pada penyampaian ilmu pengetahuan, akan tetapi lebih dari itu guru bertanggung jawab akan keseluruhan perkembangan kepribadian siswa. Untuk adanya keserasian satunya dapat direalisasikan dalam bentuk penggunaan metode yang efektif, efisien dan menyenangkan, agar dapat memberi dampak yang lebih pada penigkatan hasil belajar.

Oleh sebab itu, guru seharusnya secara akuntabilitas menyadari tentang perlunya penguasaan penggunaan berbagai metode yang akan digunakan didalam kelas untuk mencapai tujuan pembelajaran. Apabila guru kurang menguasai penuh metode yang digunakan dalam pembelajaran akan memberikan dampak buruk bagi siswa dimana mutu pelajaran tidak terjamin, minat siswa akan berkurang, perhatian dan keseriusan siswa dalam mengikuti pelajaran akan berkurang.

Terdapat masalah yang dihadapi oleh guru pada mata pelajaran Bahas Prancis di kelas  X TJKT (Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi) SMK Negeri  8 Palangka Raya adalah :

-  Monopoli pembelajaran guru, sehingga siswa hanya menerima apa yang disampaikan oleh guru

-  Kurangnya partisipasi siswa dalam pembelajaran

-  Saat pembelajaran berlangsung paling banyak siswa cenderung fasif

Oleh karena itu dipilih penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL)  sebagai salah satu tindakan dalam rangka pencapaian hasil belajar yang maksimal bagi siswa kelas  X TJKT (Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi).

Penerapan model Problem Based Learning (PBL) yang belum optimal di kelas oleh guru disebabkan beberapa alasan diantaranya sebagian guru belum memahami dengan baik prosedur penerapannya di kelas, lebih enak mengajar dengan cara-cara lama, ada yang menerapkan namun belum kontinyu sesuai kebutuhan, memberi beban tambahan bagi guru dan belum tentu berdampak positif terhadap keterampilan kooperatif dan hasil belajar siswa.

Problem based learning (PBL) adalah pendekatan pembelajaran siswa pada masalah autentik. Tujuan dari metode ini adalah untuk mengembangkan kemampuan siswa dalam berfikir kritis, mengembangkan kemandirian belajar, dan upaya untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini dilakukan di SMK Negeri 8 Palangka Raya Kota Palangka Raya Jalan Tjilik Riwut km. 31 Kelurahan Banturung Kecamatan Bukit Batu terdiri dari 2 siklus penelitian, yaitu siklus 1 tanggal 07 dan 14 November 2022 dan siklus 2 dengan 21 dan 28 November 2022. Subyek penelitian adalah siswa kelas  X TJKT (Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi) sebanyak 20 orang dan satu orang guru mata pelajaran  Bahasa Prancis selaku pengamat. Objek penelitian adalah pembelajaran Bahasa Prancis yang  berlangsung pada semester ganjil tahun pelajaran 2022/2023 dengan menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) untuk meningkatkan keaktifan siswa dalam kegiatan pempelajaran. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan penelitian kualitatif. Pendekatan penelitian kualitatif yaitu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis maupun lisan dari pengamatan orang-orang dan prilakunya. Pada penelitian kualitatif data yang dikumpulkan bukan berupa angka-angka melainkan data tersebut berasal dari  naskah wawancara, catatan lapangan, dokumen pribadi, catatan memo dan dokumen resmi lainnya.

Analisis data observasi yang digunakan adalah deskriptif kualitatif sederhana, yaitu menganalisis data dengan menggambarkan menggunakan kalimat untuk memperoleh keterangan yang jelas dan terperinci. Teknik analisis dalam penelitian ini dilakukan dengan cara melihat hasil observasi terhadap keaktifan belajar siswa dalam proses pembelajaran yang dilaksanakan di kelas. Penelitian tindakan kelas dilakukan selama 2 siklus. Pada siklus 1 dilakukan identifikasi masalah yang timbul dari pertemuan materi salam (salutation) kemudian menentukan model pembelajaran yang akan diterapkan untuk mengurangi kesenjangan masalah tersebut. Pada siklus 2 penerapan  model pembelajaran Probelem Based Learning (PBL) untuk meningkatkan aktifitas peserta didik dalam proses pembelajaran. Indikator keberhasilan penelitian ini adalah pada siklus akhir keaktifan siswa  meningkat. 




HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil

Siklus 1

Siklus 1 berlangsung sekali tatap muka pembelajaran, materi salam dalam bahasa Prancis. Pada tatap muka siklus pertama ini berlangsung di kelas, siswa menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru secara berkelompok setelah guru menjelaskan materi dan memberikan contoh cara penyelesaiannya.

Pada tatap muka kedua yang berlangsung juga di kelas. siswa mengerjakan / menyelesaikan lembar kerja siswa dan menyamakan hasil kerja dengan yang dikerjakan oleh guru di papan.

Siklus pertama diakhiri dengan ulangan harian untuk mengukur ketercapaian SKBM pada materi perhitungan padat penebaran benih ikan dan disusul dengan kegiatan refleksi. Hasil ulangan harian pada siklus 1 ini adalah rata-rata sebesar 79,02.

Dari diskusi dan lembar kerja peserta didik (LKPD), kelompok siswa memperoleh  hasil sebagai berikut :

 

Tabel 1.  Rata-Rata Nilai Hasil Belajar Proses Siswa pada Siklus 1


Sebagai tanda berakhirnya penelitian siklus 1 diadakan  refleksi antara peneliti dan pengamat untuk mendiskusikan temuan-temuan selama kegiatan siklus pertama berlangsung.

Siklus Kedua 

Pelaksanaan siklus 2 hampir sama dengan pelaksanaan siklus 1, berlangsung di kelas. Materi pembelajaran sama dengan siklus 1. Tapi pada siklus kedua ini, siswa diberi kesempatan oleh guru langsung berbagi kelompok. Selanjutnya dibagikan LKPD, kemudian siswa mengerjakan LKPD dengan dipandu dan diawasi oleh guru. Setelah itu siswa menyamakan hasil pekerjaan kelompoknya dengan yang dikerjakan oleh guru di papan.

Dari diskusi kelompok dan hasil pekerjaan LKPD yang membahas materi tersebut di atas diperoleh hasil sebagai berikut :


Tabel 2.  Rata-Rata Nilai Hasil Belajar Proses Siswa pada Siklus 2


Siklus 2 diakhiri dengan ulangan harian untuk mengukur ketercapaian SKBM pada materi Penghitungan Formulasi Pakan  dan disusul dengan kegiatan refleksi. Hasil yang diperoleh siswa pada ulangan harian siklus kedua ini adalah rata-rata sebesar 90,18  dan hasil ini diperoleh dari ke-20 siswa kelas  X TJKT (Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi) SMK Negeri 8 Palangka Raya  sebagai subyek penelitian ini.

Sebagai akhir kegiatan penelitian siklus kedua, kemudian diadakan  refleksi oleh peneliti dan pengamat untuk mendiskusikan temuan-temuan selama kegiatan penelitian

 

Pembahasan

Dari kedua siklus penelitian ini terlihat bahwa hasilnya melampaui SKBM sebagai indikator keberhasilan penelitian ini yaitu nilai ≥ 70 untuk hasil kinerja  hasil belajar dan  siswa.

Data pada penelitian ini diperoleh dari dua sumber utama yaitu hasil kinerja dan hasil belajar siswa. Hasil kinerja siswa didapat dari hasil pengamatan oleh dua pengamat selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Selama berlangsungnya penelitian ini siswa dibagi ke dalam lima kelompok kecil, maka pengamat yang bekerja mengamati tiap kelompok berbagi tugas. Masing-masing pengamat memantau  3 dan 2 kelompok siswa. Pengamat pertama bertugas mengamati kelompok 1 - 3 sedangkan pengamat kedua bertugas mengamati kelompok 4 - 5. Pada waktu melakukan pengamatan terhadap kinerja siswa kedua pengamat dipandu dengan lembar observasi kinerja siswa yang dititikberatkan pada keterampilan kooperatif yang ditunjukkan oleh siswa selama dalam proses pembelajaran.

Sementara itu, hasil belajar didapat dari hasil belajar proses yaitu hasil yang diperoleh siswa setelah selesai mengerjakan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang diberikan tiap tatap muka dan hasil belajar produk yang diperoleh siswa setelah mengikuti ulangan harian pada satu kompetensi dasar yang diujikan.

Pembahasan hasil belajar dan hasil kinerja siswa selama dua kali siklus penelitian kelas ini diperincikan sebagai berikut :

a.     Hasil Belajar Pada Siklus 1

Pada siklus 1 penelitian ini nilai hasil belajar proses menunjukkan hasil yang memuaskan karena secara rata-rata hasilnya berada di atas SKBM sebesar ≥ 70.

Hasil belajar proses yang dicapai oleh siswa pada siklus pertama rata-rata sebesar 78,78. Sementara hasil belajar produk (hasil ulangan harian) yang diperoleh siswa rata-rata sebesar 79,02. Untuk lebih jelasnya mengenai perbandingan kedua hasil belajar selama siklus pertama dapat dilihat pada gambar berikut ini.



Dari gambar di atas terlihat bahwa secara umum terjadi ketuntasan belajar secara klasikal. Baik pada hasil belajar proses maupun hasil belajar produk melalui ulangan harian yang diberikan sesudah materi diajarkan dibelajarkan.

  

b.     Hasil Belajar Pada Siklus 2

Pada siklus 2 penelitian ini nilai hasil belajar proses menunjukkan hasil yang memuaskan karena secara rata-rata meningkat dari siklus pertama dan berada di atas SKBM sebesar ≥ 70.

Hasil belajar proses yang dicapai oleh para siswa pada siklus kedua ini rata-rata sebesar 89,87. Sementara hasil belajar produk (hasil ulangan harian) yang diperoleh siswa rata-rata sebesar 90,18. Untuk lebih jelasnya perbandingan mengenai hasil belajar proses dan hasil belajar produk yang didapat oleh siswa pada siklus 2 penelitian ini dapat dilihat pada gambar berikut ini.




Dari gambar di atas terlihat bahwa terjadi ketuntasan belajar secara klasikal pada materi yang diajarkan dan terjadi peningkatan nilai dari siklus pertama ke siklus kedua. Baik hasil belajar proses maupun hasil belajar produk melalui ulangan harian yang diberikan sesudah materi dibelajarkan. Hal ini terjadi tentu saja karena siswa, sudah mampu mengoptimalkan seluruh keterampilan kooperatif yang dilatihkan termasuk di antaranya menanyakan kebenaran/memeriksa ketepatan hasil anggota kelompok dan tidak berbeda dalam tugas dalam menyelesaikan tugas belajar yang menjadi tanggung jawab kelompoknya masing-masing. Seperti halnya pada 1 penelitian ini tugas kelompok yang diberikan pada tiap kelompok menjadi tanggung jawab bersama antara anggota tiap kelompok. Dengan demikian, keberhasilan  satu orang anggota dalam suatu kelompok maka pada hakikatnya merupakan keberhasilan kelompok tersebut, sehingga tiap anggota kelompok senantiasa dituntut untuk saling bekerja sama dalam menuntaskan atau menyelesaikan tugas belajar yang diberikan kepada kelompok yang bersangkutan.


c.     Rata-rata Hasil Belajar

Dari hasil belajar proses yang diperoleh siswa, baik pada siklus 1 maupun siklus 2kalau dirata-ratakan ternyata menunjukkan hasil yang meningkat secara signifikan dari siklus 1 ke siklus 2. Rata-rata hasil belajar proses pada siklus 1 adalah sebesar 78,78 sementara rata-rata hasil belajar proses pada siklus 2 adalah sebesar 89,87. Dengan demikian terjadi peningkatan hasil belajar proses dari siklus 1 ke siklus 2 sebesar 11,09 poin.

Meskipun peningkatan hasil belajar proses dari siklus 1 ke siklus 2 pada penelitian ini tidak terlalu besar namun kedua siklus penelitian sudah sangat memuaskan peneliti karena jauh di atas SKBM yang dipersaratkan yang sekaligus menjadi indikator keberhasilan penelitian ini yaitu sebesar ≥ 70. Rata-rata hasil belajar proses pada siklus 1 yang sebesar 78,78 berada 8,78 poin di atas SKBM sedang rata-rata hasil belajar proses pada siklus 2 yang sebesar 89,87 berada 19,87 poin di atas SKBM. Dengan demikian dari segi ketuntasan belajar pada kedua siklus penelitian ini, maka terjadi ketuntasan belajar secara klasikal di atas 85 % dengan nilai ≥ 70.

Sementara itu, hasil belajar produk pada kedua siklus penelitian ini juga sudah sangat memuaskan. Melihat rata-rata hasil belajar produk pada siklus 1 yang sebesar 79,02 dan      rata-rata hasil belajar produk pada siklus 2 yang sebesar 90,18, maka ini jelas menunjukkan terjadi ketuntasan belajar 100 % secara klasikal.

            Gambaran ketuntasan belajar setelah dirata-ratakan antara hasil belajar proses dan hasil belajar produk pada kedua siklus penelitian ini dapat dilihat pada gambar berikut.



Berdasarkan gambar di atas, hal ini menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar yang didapat oleh siswa mengalami peningkatan yang signifikan dari siklus 1 ke siklus 2. Selisih nilai hasil belajar ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap pelajaran. Proses pembelajaran yang mereka jalani adalah proses PBL yang menuntut adanya kerjasama kooperatif untuk menyelesaikan tugas-tugas belajar yang diberikan oleh guru untuk dituntaskan. Dengan demikian, kerja sama kooperatif yang padu di antara anggota kelompok siswa secara langsung berimbas pula pada hasil belajar mereka seperti yang terlihat pada diagram di atas.


PENUTUP

Simpulan

             

Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh pengamat pada kelas  X TJKT (Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi) SMK Negeri 8 Palangka raya, selama dua siklus penelitian, menunjukkan bahwa keterampilan kooperatif yang diperlihatkan oleh siswa selama penelitian ini meningkat secara signifikan dari putaran pertama ke putaran kedua. Peningkatan keterampilan kooperatif ini tentu saja berimbas kepada peningkatan hasil belajar proses selama dua kali siklus penelitian ini.

Demikian juga hasil belajar siswa dengan mengoptimalkan penerapan model Problem Based Learning (PBL) untuk Kompetensi Dasar Menerapkan Seleksi Benih Ikan  materi Teknik Penebaran Benih Ikan menunjukkan hasil yang sangat memuaskan karena ≥ 85% siswa tuntas belajar secara individual. Dengan demikian penerapan model PBL untuk Kompetensi Dasar menganalisis dan mendemonstrasikan tindak tutur menyapa, berpamitan, mengucapkan terima kasih, dan meminta maaf (saluer, prendre congé, remercier et s’excuser) dengan memperhatikan fungsi sosial, struktur teks, serta unsur kebahasaan pada teks interpersonal dan teks transaksional tulis dan lisan untuk diterapkan dan teruji efektifitasnya.

Saran

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dipaparkan di atas maka pada kesempatan ini dapat disarankan sebagai tindak lanjut yaitu : 1) Pembelajaran model PBL untuk Kompetensi Dasar menganalisis dan mendemonstrasikan tindak tutur menyapa, berpamitan, mengucapkan terima kasih, dan meminta maaf (saluer, prendre congé, remercier et s’excuser) dengan memperhatikan fungsi sosial, struktur teks, serta unsur kebahasaan pada teks interpersonal dan teks transaksional tulis dan lisan untuk diterapkan; 2) Penerapan model PBL perlu dikembangkan karena mampu meningkatkan hasil belajar siswa dan meningkatkan keterampilan kooperatif siswa dalam bersosialisasi dengan temannya; 3) Penerapan model PBL memberi dampat positif pada peningkatan keterampilan dan hasil belajar siswa pihak sekolah dan dinas pendidikan diharapkan senantiasa memfasilitasi dan mengarahkan guru untuk menggunakannya; dan 4) Perlu dana yang cukup kepada guru-guru untuk melaksanakan penelitian dengan menerapkan berbagai pendekatan, metode, model pembelajaran yang terbukti secara efektif meningkatkan hasil belajar siswa.

 

DAFTAR PUSTAKA

Depdiknas. 2000. Memahami dan Menangani Siswa Dengan Problema Dalam Belajar (Pedoman Guru). Jakarta  : Proyek Peningkatan Mutu SLTP Jakarta.

Depdiknas. 2004. Materi Pelatihan Terintegrasi SAINS : SN 43 PTK. Buku 4. Jakarta : Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah. Direktorat Pendidikan Lanjutan Pertama.

Ibrahim, Muslimin, Fida Rachmadiarti, Mohamad Nur & Ismono. 2000. Pembelajaran Kooperatif. Surabaya : Pusat Sains & Matematika Sekolah Program Pasca Sarjana UNESA. University Press.

Ibrahim, Muslimin. 2002. Teori Belajar Konstruktivis; Modul B-02 Pelatihan Terintegrasi Berbasis Kompotensi. Jakarta : Dirjen Dikdasmen, Depdiknas.

Nur, Mohamad & P.Retno Wikandari. 2000. Pengajaran Berpusat Pada Siswa Dan Pendekatan Konstruktivis Dalam Pengajaran. Surabaya : Pusat Studi Matematika & IPA Sekolah UNESA.

Rachmadiarti, Fida. 2001. Pembelajaran Kooperatif. Jakarta : Proyek Peningkatan Mutu SLTP Jakarta, Dir. SLTP, Depdiknas.

Subino, dkk. 1982. Panduan Evaluasi Belajar Untuk Sekolah Lanjutan Umum. Jakarta : Depdikbud.

Wirawan, Y.G. 1994. Evaluasi Belajar. Yogyakarta : Gajah Mada University Press.

 


UCAPAN TERIMA KASIH


Pada kesempatan ini penulis menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :

1.   Bapak  Prof. Dr. Syamsul Gultom, Rektor Universitas Negeri Medan;

2.   Bapak Dr. Abil Mansyur, S. Si., Ketua Program Studi PPG UNIMED;

3.  Bapak/Ibu Dosen Jurusan Bahasa Prancis pada Program PPG Dalam Jabatan UNIMED, Kategori 1 Gelombang 2 yang senantiasa dengan penuh kesabaran dalam memberikan pembelajaran dan bimbingan kepada kami:

4.    Bapak Dr. Andi Wete Polili, M. Hum., selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) ;

5.  Ibu Liwana Sembiring, S. Pd., M. Pd, selaku Guru Pamong (GP) yang selalu membimbing, memberikan saran, masukan, semangat dan motivasi selama kegiatan penelitian berlangsung;

6.  Keluarga besar saya, handai taulan yang selalu memberikan dukungan dan membantu saya selama melakukan penelitian;

7.   Ibu Rahmi Kurnia Handayani, S.Pd, selaku Kepala SMK Negeri 8 Palangka Raya;

8.  Seluruh Dewan Guru SMK Negeri 8 Palangka Raya yang selalu memberikan dukungan penuh selama kegiatan penelitian;

9.  Seluruh rekan mahasiswa PPG DALJAB UNIMED Kategori 1 Gelombang 2 jurusan Bahasa Prancis yang salalu berbagi semangat dalam suka dan duka selama kegiatan PPG mulai dari pendalaman materi sampai pada tahapan akhir UKMPPG;

10.  Siswa-siswa SMK Negeri 8 Palangka Raya yang berpartisipasi selama penulis melaksanakan penelitian;

11.  Semua pihak yang telah membantu dalam melancarkan kegiatan penelitian ini

Penulis menyadari bahwa didalam pelaksanaan PPL dan penulisan laporan ini terdapat banyak kekurangan, kesalahan dan kelemahan untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi perbaikan kedepan dan kesempurnaan laporan ini;


OFFICIAL YOUTUBE CHANNEL SMK NEGERI 8 PALANGKA RAY